Meneladani Bisnis Khadijah (sang Istri Nabi)-Part 1

Tulisan ini bukan hanya untuk wanita lho…semuanya bisa meneladani kok…Kalau yang punya istri, bisa cerita kepada istrinya…:-) Yang sudah pernah membaca bukunya bisa memberikan komentar tambahan yang tentunya untuk membangun kualitas tulisan saya…Oh iya, kalau mau cari bukunya, buku ini ditulis oleh Khoirul Amru Harahap, Lc,M.H.I. Tulisan ini saya bagi 3 yach…Biar gak terlalu panjang…

Nama Khadijah memang tidak dapat dilupakan dalam sejarah karena perjalanan hidupnya yang selalu dihiasi bunga-bunga keberuntungan dan kemuliaan, tidak akan dipisahkan dari perjalanan hidup Muhammad. Tidak pernah disebut kisah tentang Wahyu, tentang diutusnya Muhammad SAW sebagai utusan Allh SWT, melainkan nama Khadijah tertera dalam kisah itu…(Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki)…

Khadijah adalah istri Rosululloh SAW yang paling utama, perempuan terbaik dari golongan Islam, salah satu dari empat perempuan terbaik penghuni surga.Khadijah adalah seorang mujahidah sejati yang rela berjuang dengan harta dan jiwanya…Selama  ini, Khadijah bukan hanya sebagai Istri Rosululloh SAW , tapi juga sebagai sahabat, pelindung, sandaran hati, dan ibu bagi orang-orang mukmin.

Menurut penulis buku ini, sangat penting menjelaskan perjalanan karier bisnis seorang tokoh seperti Khadijah menjadi 2 tahap yaitu sebagai berikut :

1. Karer Bisnis Khadijah Sebelum Menikah dengan Nabi Muhammad SAW.

Tidak dipungkiri, Khadijah memang hidup di tengah-tengah keluarga pedagang. Oleh karena itu, dalam diri Khadijah sudah mengalir “darah” pedagang. Ayahnya, Khuwalid bin Asad, adalah seorang pedagang sukses yang diperhitungkan di kalangan elit Quaraisy. Ia juga seorang hartawan dan dermawan.

Khadijah adalah pengusaha sukses karena ia adalah :

* Seorang pengusaha yang memilikin mentalitas wirausaha,

Salah satu cirinya adalah ia selalu berusaha mendelegasikan pekerjaan ke orang lain, sehingga ia  bisa mengerjakan pekerjaan lain dan berpikir untuk mengembangkan usahanya. Dalam hal ini ia mendelegasikan kepada laki-laki Quraisy termasuk kepada Muhammad SAW.

* Memiliki modal dan pandai mengelolanya,

Kendati mendapat modal warisan yang berlimpah, Khadijah tidak seperti perempuan-perempuan Quraisy lainnya yang tidak  pandai mengelola dan mengembangkan harta atau modal yang mereka miliki. Khadijah tampil beda. Ia justru menginvestasikan modalnya  dengan cara menjalin kerja sama dengan ayahnya dalam bidang perdagangan.

Namun menurut Bambang Suharno , hakikatnya, modal tidak harus dalam bentuk uang. Otak Anda adalah modal utama dalam memulai usaha. Network juga termasuk modal. Bodoh adalah modal untuk bisa pandai, miskin adalah modal untuk menjadi kaya, tak punya modal adalah modal untuk mendapatkan modal.

* Mempunyai kemampuan merekrut karyawan dan mitra kerja,

Ia memilih Muhammad SAW (bukan pemuda-pemuda Quarisy lainnya) sebagai karyawan, karena mampu bekerja dengan baik, jujur, dapat dipercaya dan mulia. Dalam usaha bisnis aset terpenting ada 3 yaitu pertama SDM, kedua SDM dan ketiga SDM. Artinya, betapa pentingnya karyawan dan mitra usaha dalam usaha bisnis.

*Memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha bisnisnya.

Yaitu mengembangkan usahanya dari sebagian keuntungan yang diperoleh…

Karena sudah malam dan saya sudah mengantuk, maka demikianlah uraian singkat perjalanan kerier bisnis Khadijah sebelum ia menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya perjalanan karier bisnis sesudah menikah dengan Nabi Muhammad  SAW kita simak pada tulisan berikutnya…

Ok…Always Action yach…

9 thoughts on “Meneladani Bisnis Khadijah (sang Istri Nabi)-Part 1”

  1. Menurut saya (kalau salah mhn dikoreksi) “hanya orang amanahlah yang berani memberi amanah kepada orang lain.” Dalam contoh ini Khadijah, begitu tepat dan cerdasnya saat beliau memberi amanah kepada Muhamad yang waktu itu belum jadi nabi, sehingga akibatnya bisnisnya begitu maju pesat.

  2. Weee bukan tandingan Mas…Tapi nyontoh guru…kualat nanti bertanding dengan pakar…thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *